Cara kerja font keren (ini bukan font)
· 3 menit baca
Saat kamu menempelkan tulisan 𝐭𝐞𝐛𝐚𝐥 ke bio Instagram, tidak ada yang berubah pada Instagram. Aplikasinya tetap punya satu font dan tidak ada tombol format. Yang berubah adalah teksnya sendiri: itu sama sekali bukan huruf t, e, b, a, dan l. Itu karakter lain yang kebetulan mirip t, e, b, a, dan l versi tebal.
Teks adalah daftar angka
Setiap karakter yang kamu ketik disimpan sebagai angka dari tabel raksasa bernama Unicode. Huruf “A” adalah angka 65, “é” adalah 233, dan “😂” adalah 128.514. Saat aplikasi menampilkan teks, ia mencari setiap angka lalu menggambar bentuk yang cocok dari sebuah font.
Unicode tidak hanya berisi alfabet yang dipakai orang untuk menulis. Sekitar 160.000 karakternya mencakup simbol matematika, panah, emoji, huruf dalam lingkaran, dan yang terpenting bagi kita, alfabet lengkap yang dibuat untuk matematika.
Matematika butuh huruf sendiri
Dalam matematika, x tebal dan x miring bisa berarti hal berbeda: yang satu mungkin vektor, yang lain bilangan biasa. Kalau itu hanya gaya, maknanya akan hilang begitu seseorang menempelkan persamaan ke email teks biasa. Karena itu, pada 2001 Unicode 3.1 menambahkan blok simbol alfanumerik matematika: alfabet lengkap tebal, miring, tebal miring, sambung, Fraktur (gotik), garis ganda, sans-serif, dan monospace, masing-masing huruf dengan nomornya sendiri.
Itulah trik di balik setiap pembuat font keren. Kamu mengetik “Hello”, lalu situsnya menukar setiap huruf dengan kembarannya di salah satu alfabet itu:
| Kamu ketik | Menjadi | Nomor karakter |
|---|---|---|
| H | 𝐇 | 119.815 |
| e | 𝐞 | 119.838 |
| l | 𝐥 | 119.845 |
Karena hasilnya tetap teks biasa, tampilannya tetap sama ke mana pun ia dibawa: postingan, bio, komentar, chat, bahkan nama file.
Kenapa ada huruf yang terlihat berbeda
Kalau kamu perhatikan tulisan seperti 𝓉𝓊𝓁𝒾𝓈𝒶𝓃 𝓈𝒶𝓂𝒷𝓊𝓃ℊ 𝓀ℯ𝓇ℯ𝓃, mungkin kamu sadar huruf ℯ sedikit berbeda dari tetangganya. Beberapa huruf sambung, Fraktur, dan garis ganda (seperti ℯ, ℋ, ℭ, dan ℝ) sudah ada di Unicode bertahun-tahun sebelum alfabet matematika datang, di blok bernama simbol mirip huruf. Alih-alih mengodekannya dua kali, Unicode menyisakan celah di alfabet baru dan menunjuk ke karakter yang lebih lama. Pembuat font yang bagus mengisi celah itu otomatis; hanya saja hurufnya berasal dari “laci” lain, jadi beberapa font menggambarnya dengan gaya yang sedikit berbeda.
Bukan cuma matematika: huruf mirip lainnya
Alfabet matematika bukan satu-satunya sumber huruf keren:
- Huruf Ⓖⓔⓛⓔⓜⓑⓤⓝⓖ dan 🅺🅾🆃🅰🅺 berasal dari blok alfanumerik tertutup, awalnya untuk penanda daftar dan label.
- Kᴀᴘɪᴛᴀʟ ᴋᴇᴄɪʟ dan huruf ˢᵘᵖᵉʳˢᵏʳⁱᵖ berasal dari alfabet fonetik yang dipakai ahli bahasa untuk menuliskan pengucapan.
- Huruf Lebar adalah bentuk lebar penuh, dibuat agar huruf Latin rapi sejajar dengan aksara Tionghoa dan Jepang.
- G̲a̲r̲i̲s̲ ̲b̲a̲w̲a̲h̲ dan C̶o̶r̶e̶t̶ sama sekali bukan huruf baru: itu huruf biasa yang diikuti tanda gabung, karakter tak terlihat yang menggambar garis di atas atau di bawah huruf sebelumnya.
Kelemahannya
Karena karakternya berbeda, komputer menganggapnya kata yang berbeda. Mesin pencari dan hashtag tidak menyamakan 𝐭𝐞𝐛𝐚𝐥 dengan “tebal”, pemeriksa ejaan menyerah, dan pembaca layar bisa membacakan hurufnya satu per satu. Perangkat lama juga mungkin tidak punya font untuk karakter yang lebih langka sehingga muncul kotak. Kami membahas keduanya di font keren yang bisa dipakai di mana saja dan font keren dan aksesibilitas.
Kalau dipakai secukupnya (judul tebal, nama bergaya sambung, harga lama yang dicoret), font keren adalah cara mudah untuk memformat di tempat yang tidak menyediakannya. Coba di pembuat font atau campur beberapa gaya dalam satu postingan dengan editor font keren.